Sumpah Pemuda dari Masa ke Masa
Catatan: 28-oktober-2013
Di Waltervreden Jakarta. Kala itu tanggal 27 sampai dengan 28 Oktober 1928. Dari hasil cirih payah kongres pemuda yang ke dua beranggotakan Ketua Sugondo Djojopuspito, Wakil Ketua R.M. Joko Marsaid, Sekretaris Muhammad Yamin, Bendahara Amir Sjarifuddin serta 5 anggota yang lian. Menghasilkan sebuah rumusan dengan tiga esensi bernama sumpah pemuda.
Berikut teks Sumpah Pemuda dengan ejaan Van Ophuysen:
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
sementara dengan perkembangan tata kebahasaan dan dialektika, juga yang kemudian melahirkan istilah EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) dalam bahasa Indonesia. Teks Sumpah Pemuda disulap dengan ejaan yang anyar dengan bunyi sebaga berikut:
Pertama:
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
Kedua:
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Dengan penyempurnaan penulisan dan tanpa merubah teks Sumpah pemuda, dapat diartikan bahwa eksistensi makna dari teks tersebut masih terus dapat diperbarui dan digali dengan analisa yang sesuai kebutuhan dan zaman. Melihat dimana pemuda kita seolah telah kehilangan belonging sense atau kepekaan nasionalisme. Ketika wawasan kesejarahan hanya dianggap cerita satir masa lalu yang tidak mungkin terulang sehingga tidak tahu bagaimana harus mengapresiasi jasa dan balas budi para pendahulu. Dan dimana kemaren, hari ini, dan sekarang kita masih dijajah oleh dominasi Gadget dan pusat perbelanjaan. Tanah air, Bangsa dan Bahasa kita belum pernah benar-benar bersatu. maka mungkin selayaknya hanya doa sesaat atau semoga saja makna yang dulu pernah lahir dari para pemuda dan bapak bangsa, melalui upacara saban 28 oktober ini, tidak akan pernah lapuk untuk diwariskan kepada anak cucu bangsa. Amin,.
salam sumpah pemuda!!







0 comments:
Post a Comment