bismillah

//go.ad2up.com/afu.php?id=765669

Bismillah

switch

Thursday, October 9, 2014

Melihat Dunia



Bersyukur
Oleh: M. Nur Rizal Hakim & Ishammuddiin Mahmudi

         Banyak orang yang mengatakan bahwa mereka yang bahagia adalah orang yang kaya,  menduduki jabatan, yang berprestasi jadi tolak ukurnya adalah faktor keberhasilan yang menentukan kebahagiaan. Apakah selalu begitu ?
         Apakah yang nampak di luar itu nampak di dalam ?, belum tentu kan ?, kekayaan, jabatan, dan prestasi adalah bukan faktor mutlak untuk menentukan kebahagiaan seseorang.
         Ada hal yang begitu mendasar yang mampu membuat manusia bahagia dalam hidupnya, yaitu bersyukur atau rasa berterimakasih terhadap semua yang telah dimiliki saat ini, maka seharusnya yang di lakukan adalah memanfaatkannya secara optimal untuk kepentingan masa depan bagi individu dan sosial.
          Ada banyak hal yang bisa di syukuri, misalnya bernafas, memiliki keluarga, kebersamaan sahabat, dan mencintai seseorang. dari semua itu bisa di lakukan mulai saat ini. Harta duniawi, kesuksesan, jabatan tinggi tidak akan berarti apa-apa jika seorang tidak mensyukurinya, mereka tidak melihat sesuatu yang ada di sekeliling mereka, tetapi mereka mencari sesuatu di tempat lain. Hal yang negatif akan sangat mudah muncul ketika seseorang  tidak bisa melihat dan mensyukuri apa yang dialami saat ini, banyak berkat yang tersembunyi dalam kesulitan. Karena itu, kita sebenarnya bisa selalu bersyukur walaupun ketika mengalami kesulitan. Jika hal tersebut sukar di lakukan, maka hendaknya berfikir sebaliknya dengan menganggapnya menjadi suatu kemudahan.
          Ketika kita merasa susah dengan keadaan, syukurilah bahwa hal itu suatu hantaman yang siap untuk memperkokoh jiwa kita. Fokus untuk selalu berfikir positif, dengan berfikir positif kita akan dapat menyingkirkan hal-hal negative dalam fikir.
          Kedamaian pribadi dapat di ukur dengan sejauh mana kita mensyukuri hidup, sebuah kutipan dari pernyataan William Ward, ada tiga musuh bagi kedamaian pribadi
1.     Penyesalan akan hari kemarin
2.     Kecemasan akan hari esok
3.     Tidak adanya rasa syukur atas berkat hari ini.

Sebagai akhir, yakinlah karena keyakinan mengalahkan segalanya.


1 comment:

  1. :)Bagus ! ....:)
    Dengan ini, hal samar bisa terjawab.
    Bahwa Disini, didunia ini, dimanapun kita berada.... tak hanya ada Satu orang yang berBakat.
    SEMUA bisa!!!!
    Karena Kita Manusia..
    Bukan KERA...
    KITA MAKHLUK SEMPURNA KAWAN...., !!!
    Mari kita berkarya..
    untuk MA Tercinta...
    Untuk Indonesia...
    .

    are grappling sky: Al-Awwal

    ReplyDelete