Bersyukur
Oleh: M. Nur Rizal Hakim &
Ishammuddiin Mahmudi
Banyak orang yang mengatakan
bahwa mereka yang bahagia adalah orang yang kaya, menduduki jabatan, yang
berprestasi jadi tolak ukurnya adalah faktor keberhasilan yang menentukan kebahagiaan.
Apakah selalu begitu ?
Apakah yang nampak di luar itu
nampak di dalam ?, belum tentu kan ?, kekayaan, jabatan, dan prestasi adalah
bukan faktor mutlak untuk menentukan kebahagiaan seseorang.
Ada hal
yang begitu mendasar yang mampu membuat manusia bahagia dalam hidupnya, yaitu
bersyukur atau rasa berterimakasih terhadap semua yang telah dimiliki saat ini,
maka seharusnya yang di lakukan adalah memanfaatkannya secara optimal untuk kepentingan masa depan bagi
individu dan sosial.
Ada banyak hal yang bisa di
syukuri, misalnya bernafas, memiliki keluarga, kebersamaan sahabat, dan
mencintai seseorang. dari semua itu bisa di lakukan mulai saat ini. Harta
duniawi, kesuksesan, jabatan tinggi tidak akan berarti apa-apa jika seorang
tidak mensyukurinya, mereka tidak melihat sesuatu yang ada di sekeliling
mereka, tetapi mereka mencari sesuatu di tempat lain. Hal yang negatif akan
sangat mudah muncul ketika seseorang tidak bisa melihat dan mensyukuri
apa yang dialami saat ini, banyak berkat yang tersembunyi dalam kesulitan.
Karena itu, kita sebenarnya bisa selalu bersyukur walaupun ketika mengalami
kesulitan. Jika hal tersebut sukar di lakukan, maka hendaknya berfikir
sebaliknya dengan menganggapnya menjadi suatu kemudahan.
Ketika kita merasa
susah dengan keadaan, syukurilah bahwa hal itu suatu hantaman yang siap untuk
memperkokoh jiwa kita. Fokus untuk selalu berfikir positif, dengan berfikir
positif kita akan dapat menyingkirkan hal-hal negative dalam fikir.
Kedamaian pribadi
dapat di ukur dengan sejauh mana kita mensyukuri hidup, sebuah kutipan dari
pernyataan William Ward, ada tiga musuh bagi kedamaian pribadi
1. Penyesalan akan hari
kemarin
2. Kecemasan akan hari
esok
3. Tidak adanya rasa
syukur atas berkat hari ini.
Sebagai akhir,
yakinlah karena keyakinan mengalahkan segalanya.







:)Bagus ! ....:)
ReplyDeleteDengan ini, hal samar bisa terjawab.
Bahwa Disini, didunia ini, dimanapun kita berada.... tak hanya ada Satu orang yang berBakat.
SEMUA bisa!!!!
Karena Kita Manusia..
Bukan KERA...
KITA MAKHLUK SEMPURNA KAWAN...., !!!
Mari kita berkarya..
untuk MA Tercinta...
Untuk Indonesia...
.
are grappling sky: Al-Awwal