Oleh: M. Nur Rizal Hakim
Adakalanya orang
mengatakan, alangkah menariknya kalau fikiran manusia seperti magnet yang bisa menarik
semua keinginan yang di inginkan menjadi miliknya. Tentu saja fikiran manusia
bukanlah magnet tapi bisa saja fikiran
manusia bekerja layaknya sebuah magnet. Jika fikiran nagatif orang akan menarik
segala sesuatu di lingkungan yang memiliki nilai negative kedalam
lingkungannya.
Ketika virus negative
mulai menguasai fikiran seseorang hal yang ia tarik masuk ke dalam fikirannya
adalah sifat ketidak percayaan diri, ketidak berdayaan, dan hal-hal negative lainnya.
Hal itu akan membawa dampak negative bagi dirinya maupun lingkungannya. Memang tempat
tinggal kita adalah dunia yang keras dan
ketidak adilan merajalela, kita kesulitan membedakan mana virus fikiran negative
atau virus fikiran positif yang mendominasi fikiran tersebut . Semua orang
beranggapan bahwa yang dilakukan saat ini adalah benar, padahal belum tentu. Lantas
bagaimana seseorang dapat mengidentifikasikan fikiran yang baik dan yang buruk.
Mudah saja, tanyakan dengan jujur
kepada diri sendiri :
Benarkah
yang akan saya lakukan itu benar ?
Benarkah
yang saya lakukan bermakna untuk hidup
saya ?
Benarkah
yang saya lakukan tidak akan merugikan orang lain ?
“Tidak”
saatnya bagi kita untuk mengubah itu semua. Ingatlah, hilangkan ego terlebih
dahulu untuk menjawab pertanyaan tersebut. Alangkah baiknya jika menutup diri
dan selalu memelihara sifat yang baik, tentu hasilnya pun mencerminkan
sebenarnya dan memberikan solusi yang terbaik.
Yakinlah manusia adalah ciptaan yang
luar biasa, dengan karunianya kita bisa memanfaatkannya untuk selalu berfikir
positif, sayangnya tidak banyak orang menggunakan kekuatannya itu untuk sesuatu
yang bermakna dan dalam hidup ini tidak di gunakan untuk selalu berfikir
positif. Focus diri sendiri layaknya sebuah magnet yang bisa menarik besi, tetapi
kita lebih dari itu. Kita bisa memilah fikiran positif atau fikiran negative .
Selayaknya kita berfikiran positif
dan tidak menghakimi seseorang, Karena hal itu kita tak akan pernah punya waktu
untuk mencintainya *
*Mother
Teresa






0 comments:
Post a Comment